MENYULAP KERTAS MENJADI ENERGI PENGHASIL LISTRIK
Oke ini ada sekilas pengetahuan umum dasar dari kakak kelasku Alumni SMA Pondok Modern Selamat.
Mengingat kembali konferensi
PBB di Bali tahun 2007 lalu untuk melakukan perubahan iklim ( UNCCC )
menghasilkan satu catatan penting bagi Negara – Negara berkembang di
dunia yaitu keinginan Negara – Negara berkembang untuk menciptakan
teknologi dan energy terbaru yang ramah lingkungan guna mensukseskan
pengurangan emisi demi mencegah pemanasan global.
Saat ini, sebagian besar
kebutuhan energy terutama untuk pembangkit listrik masih dominan
menggunakan fosil. Seperti ungkapan “ Tidak ada yang gratis di dunia ini
“. Begitupula dengan energy yang di gunakan saat ini. Pembakaran sumber
energy ini mengeluarkan gas – gas berbahaya, antara lain
karbondioksida (CO2) , nitrogen oksida (NO) , dan sulfur dioksida (SO2)
yang harus di bayar oleh dunia dengan munculnya beragam jenis penyakit ,
hujan asam dan yang paling signifikan adalah perubahan iklim dunia.
Mengamati dampak energy
terhadap lingkungan sangat membahayakan dan demi terus berlangsungnya
roda kehidupan penciptaan energy terbaru yang ramah lingkungan menjadi
sebuah tuntutan masa depan. Cara untuk menjadikannya adalah dengan
menciptakan energi dari limbah.
Dalam negeri ini limbah
kertas sangatlah melimpah, kita masih hidup di dunia yang diisi dengan
dokumen cetak. Hampir di setiap rutinitas kita tidak pernah tidak kita
menjumpai kertas. Bagi kalangan pelajar misalnya setiap hari mereka
selalu berinteraksi dengan buku yang mana buku tersebut terdiri atas
kertas – kertas berisi pelajaran. Bagi para pekerja kantor, kertas telah
menjadi teman setia dalam pengerjaan sebuah dokumen kerja bahkan di
para pedagang pun banyak juga di temukan kertas pembungkus makanan.
Sungguh disayangkan jika kertas yang telah usang terbuang cuma – cuma.
Padahal jika kita telisik kembali limbah kertas ini mampu memberikan
potensi energi terbaru yang ramah lingkungan, seperti inovasi baterai
tenaga kertas. Mungkin banyak sebagian dari kita tak menyangka bahwa
kertas mampu menghasilkan energi yang tak di sangka – sangka. Namun, hal
ini nyata.
BATERAI TENAGA KERTAS
Bio-baterai ini mampu menghasilkan
listrik karena menggunakan enzim khusus yang di sebut selulosa, yang
berfungsi memecah selulosa menjadi glukosa, seperti halnya sistem
pencernaan rayap dan semut putih yang mendapatkan tenaga dari memakan
kayu. Enzim selulosa itu di dapatkan dari limbah kertas karena kertas
berasal dari ranting – ranting pohon yang mengandung enzim selulosa.
Baterai yang beroperasi
menggunakan limbah kertas ini mengubah potongan kertas menjadi gula dan
hidrogen. Setelah itu kita dapat mengisi baterai melalui kotak sampah
kertas dengan bantuan enzim selulosa yang terdapat di kertas kemudian
akan dirubah menjadi larutan glukosa setelah di campurkan dengan
larutan. Finally, the electrons are used to produce electricity through a
circuit, while the hydrogen ions form water by being exposed to oxygen
in the air. Kemudian bahan – bahan tersebut di campur dengan oksigen,
lalu larutan tersebut akan berubah menjadi ion hidrogen dan elektron.
Akhirnya, elektron digunakan untuk menghasilkan listrik melalui sebuah
sirkuit, sedangkan ion hidrogen membentuk air akibat terkena oksigen di
udara.
Tenaga kertas ini tidak
menimbulkan efek yang berbahaya bagi kehidupan manusia dan juga alam.
Selain itu ternyata limbah kertas hanya berfungsi sebagai katalis.
Sehingga kita dapat membuat baterai beberapa kali serta dapat di daur
ulang berkelanjutan. Ini sangat menghemat produktiviats kertas negara.
Tenaga yang dihasilkan dari
limbah kertas ini bukan saja omong kosong yang tak pasti kebenararannya.
Akan tetapi, telah di uji coba dan ternyata berhasil menyalakan kipas
angin kecil. Caranya adalah menggunakn bubur kertas yaitu limbah kertas
yang sudah di potong kecil – kecil dan direndam di dalam air kurang
lebih satu hari. Baru setelah lunak di blender. Kemudian bubur kertas
tersebut di masukkan ke dalam campuran air yang di hubungkan dengan
baterai yang telah mendapat energi dari limbah kertas. Dan tenyata benar
dapat menyalakan kipas angin kecil. Ini membuktikan bahwa limbah kertas
yang telah direaksikan mampu menghasilkan energi listrik yang ramah
lingkungan.
KESIMPULAN
Dengan demikian, kita yang cepat untuk
mengabaikan kertas usang harus menunda terlebih dahulu untuk
menjadikannya sampah. Karena ternyata kertas dapat kita sulap menjadi
energi terbaru yang ramah lingkungan sehingga kertas yang telah usang
manjadi suatu yang berdaya guna. Pemanfaatan kertas yang seperti ini
lebih efektif dan efisien. Energi dari limbah kertas merupakan suatu
terobosan terbaru bagi negara kita untuk menatap masa depan karena tidak
adanya bahan kimia beracun dalam desain baterai ini membuat daur ulang
itu proses yang lebih ramah lingkungan. Mengingat energi kini telah
menjadi suatu kebutuhan primer manusia karena hampir semua aktifitas
keseharian kita memerlukan energi untuk mendorong kemajuan baik di
bidang industri, teknologi, telekomunikasi maupun informatika. Jadi kita
tak perlu lagi menerima transfer energi ramah lingkungan dari negara
maju, yang tentunya harus melalui persyaratan yang tak mudah dan merogoh
kocek yang tak sedikit bagi negara. Negara hemat lingkungan selamat.
Oleh Rizki Cintiya Putri
Komentar
Posting Komentar